OSAMA, OBAMA dan INDONESIA
Oleh:
Khairun Najib*
Setelah Osama menyelesaikan
perang melawan Soviet, ia mendirikan organisasi pejuang Mujahidin dan gerakan
pertahanan Afganistan atau yang dikenal dengan Al-Qaeda.
Berawal mulanya kemarahan ulama Al-Qaeda ini semenjak tentara AS menyerukan
perang teluk yang membantai umat muslim tak berdosa, dan semenjak itulah
kebencian maupun seruan komando Osama terhadap Amerika, antek-entek, kaki
tangan, dan segala hal yang berbau. Seruan iqomah
garis komando itu diwajibkan bagi aktivis pejuang organisasinya untuk
membumi hanguskannya.
Osama bin
Muhammad bin Awwad bin Ladin yang sering dipanggil Osama bin Laden, lahir di Jeddah (Arab Saudi) di kawasan
pantai laut merah
10 Maret 1957–2 Mei 2011. Osama anak ke-17 dari 52 saudara, Ayahnya bernama
Muhammad bin Ladin, seorang petani miskin dari Yaman yang bermigrasi ke Arab Saudi
setelah Perang Dunia II.
Di tempat ini ayah Osama memulai usahanya dibidang bisnis pembangunan, Muhammad
bin Ladin salah satu orang terkaya di Arab Saudi, dan diperkirakan memiliki
saham sebesar hampir 300 miliar AS.
Mujahid atau Teroris ?
Menurut majalah News Week vol
133, Osama adalah Muslim yang taat, kaya, berbakat, karismatik, dan cakap. Bahkan
sama sekali tidak mempunyai kesan angker dan arogan, namun mengapa Amerika
menganggap Osama seorang teroris kelas kakap yang paling berbahaya untuk dunia
barat, apakah ini skenario AS agar dapat mempengaruhi dan menjalankan
penjajahan politiknya di dunia Islam. Bin Laden bukan seorang teroris yang
menakutkan dunia Islam, tetapi ia muslim yang istiqomah dalam menjalankan syariat, dan dia adalah pejuang rela
mati demi membela kalimah “syahadat”
yang terus digerogoti oleh kaum-kaum kapitalisme Zionis Yahudi.
Kemenangan Obama Dengan Kematian
Osama
Sejak dimulai pertarungan terbuka calon presiden AS tahun lalu,
dimenangakan oleh kandidat yang pernah dekat dengan dunia Islam dan menetap di
Indonesia, setelah dilantiknya Obama menjadi presiden pertama Amerika dari
kulit hitam, ia sudah mengemban warisan dari Bill Clinton untuk
memerangi dan membasmi Osama dan Al-Qaedanya. Obama yang dianggap dapat menjalinkan
hubungan mesra dengan dunia Islam oleh AS, membuat skenario untuk menyatukan
perdamaian antara Palestina dengan Israel maupun dunia Islam, dengan taji jitu
itulah Obama leluasa untuk menggali dan mendalami informasi tentang keberadaan
Osama.
Ada dua faktor keuntungan Obama terbunuhnya
Osama bin Laden, pertama Amerika
menganggap Osama sebagai penghalang besar untuk mengeksploitasi tekanan konspiratif negara adidaya terhadap dunia
Islam dengan melalui aliansi Salibis-Yahudi, seperti Afganistan, Iran, Irak,
Suriah, Palestina, Lebanon, Sudan, Somalia, Libya, Mesir, dan negara-negara
Teluk termasuk Saudi yang sudah dapat dimasuki oleh AS, dan Osama juga dianggap
mendukung maupun melindungi perlawanan Palestina terhadap Zionis Israel.
Status quo seperti ini akan terus
dipertahankan, agar Islam tetap tersubordinasi sebagai tindak lanjut dari perpanjangan
perang salib. Dikutipkan (Sumber: Harian
Terbit Online, 10 Maret 2006), terbukti dunia Islam telah memakan pil
konspiratif Amerika, seperti perlakuan
kerajaan Saudi terhadap intelektual muslim: ”Memecat
mereka dari pos-pos di berbagai universitas dan masjid di kerajaan, bahkan
melarang peredaran kaset-kaset mereka, melarang ceramah-ceramah yang hanya memberi nasihat mana yang baik dan
mana yang buruk”, dan mereka telah berhasil membentengi maupun mendikte
kerajaan Saudi dengan tujuan eksploitasi harta negara dan mempertahankan
eksistensi 500 ribu tentara AS di Jazirah Arab,
dan menurut Osama, agenda besar konspirasi adalah memecah belah umat
Islam.
Kedua
Obama juga
menganggap Osama sebagai Bapak maupun Otak dari jaringan dan gerakan dunia Islam
(Al-Qaeda), dengan menamatkan riwayat hidup pemimpin Al-Qaeda ini agar dapat
menaikkan famor Obama dalam
keberhasilan memerangi gembong teroris internasional, hal ini dibuat sebagai batu
lonjatan untuk menuju kursi kepresidenan AS yang selanjutnya. Meskipun Bin
Laden dibuat sebagai tameng perjuangan Obama untuk mengalihkan penglihatan
seluruh umat Islam dunia terhadap kebusukan Amerika dan kekerasan yang pernah
dilakukannya di Timur Tengah, tapi ini sebagai sandiwara atau skenario Gedung
Putih untuk memikat perhatian umat muslim dunia dengan melaporkan gembong
teroris internasional sudah dilumpuhkan dan meninggal dunia dalam perlawanan,
sampai terakhir dirilis oleh Republika.Co.Id, London-Obama banyak merevisi
cerita tentang penyerbuan yang menewaskan Osama bin Laden di Abbottabad
(Pakistan), demikian harian terbit di Inggris, Guradian, melaporkan. Media ini
mencatat banyak fakta yang berbelok tentang operasi penyerbuan itu, dan kematian
Osama bin Laden sendiri.
Intelijen Pakistan mengutuk
terhadap AS, karena tidak menerima informasi tentang operasi militer itu, dan
menghapus jejak drama yang menjadi akhir perburuan tersebut. Ada beberapa fakta
yang dibelokkan dalam operasi cukup singkat itu (data dari Guardian):
a.
Sebuah potongan knalpot mobil biasa dipegang
Yasser, bocah 12 tahun. Sedangkan laporan AS bahwa pimpinan Al Qaeda itu
bergelimang kekayaan di akhir hayatnya dan tinggal di mansion mewah.
b.
Beberapa jam setelah kematian Bin Laden, para
pejabat AS memberitahu bahwa ia melawan dan oleh Karen itu ditembak tim
khusus AL Amerika.
Sedangkan dilihat dilapangan fakta itu ternyata tidak benar, Osama tidak
bersenjata dan ditembak di kepala maupun dada.
c.
AS menyebutkan ia menggunakan istrinya
sebagai tameng hidup. Faktanya, istri Osama telah terluka di kaki sambil
bergegas ke arah pasukan khusus sebelum ia terbunuh.
d.
Disebut-sebut rumah persembunyian Osama bin
Laden adalah sebuah mansion dekat markas tentara Pakistan yang berharga sewa
jutaan dolar AS. Faktanya, rumah itu jauh dari gambaran, terlihat dari cat
bangunan yang terkelupas dan tak terawat, serta tidak ada satupun AC.
e.
Para pejabat Amerika mengubah versi awal
mereka, mengungkapkan bahwa seorang perempuan yang tewas dalam serangan itu
bukan istri Bin Laden.
Posisi Indonesia Terhadap
Kematian Osama
Setelah Gedung Putih melaporkan
kematian Osama bin Laden, semua umat Islam di Indonesia menyoroti pemberitaan
tersebut. Terlepas dari meninggalnya orang nomor satu Al-Qaeda ini, kaum Islam
nusantara terbentuk dua bangian khalaqoh
yaitu: Pertama, umat yang mempunyai
level pemikiran dan pemahaman sedikit apatis menerima sesuatu hal yang bersifat
atau berbau kontemporer dan kemajuan dalam berfikir, masih menggunakan
penafsiran-penafsiran fundamentalis,
Ekstrimis, Fanatis, dan atau dapat juga disebut dengan golongan Furitan.
Kedua,
muslim level
berfikirnya lebih modernis, progresif,
dan reformis, selalu memahami masalah,
penafsiran, dan tantangan dengan pola fikir yang rasional sesuai tuntunan syariah,
atau yang disebut dengan golongan Moderat.
Jika kita kaitkan dengan posisi
Indonesia sebagai Islam terbesar dunia, kematian Osama bin Laden terdapat dua
penafsiran/paradigma selaku muslim dan isue teroris: 1). Bagi Obama, kematian
pemimpin Al-Qaeda adalah sebuah diskripsi
dan eksploitasi AS terhadap dunia
Islam, yang dipandang perpanjangan dari perang salib. Meskipun Obama berkempanye dengan orasi perdamaian dan kedamaian
antara garis Barat dengan garis Islam, dan itu hanya sebuah entri politik
Gedung Putih untuk memprofokasi dunia Islam umumnya, khusus muslim nusantara agar terjadi pro dan kontra terhadap dukungan
Bin Laden yang dituding sebagai otak teroris dunia.
2). Indonesia yang kini sebagai
ketua forum ASEAN, sebuah bidikan baru hegemoni
dan imperialis AS untuk menguasai
pasar modal dan budaya kapitalisnya di ASEAN.
* mahasiswa Ilmu Pemerintahan Fakultas Syariah
IAIN STS Jambi 2008-2011, Pasca Sarja Universitas Satyagama Jakarta dan
koordinator Forum Komunikasi dan Kerjasama Mahasiswa Ilmu Pemerintahan Se-Indonesia
(FOKKERMAPI) SUMBAGSEL periode 2010-2011, pengurus HMI Cabang Jambi Departemen
Kewirausahan dan Pengembangan Profesi (KPP) periode 2010-2011, Ketua Bidang
Pemberdayaan Umat HMI Cabang Jambi periode 2011-2012, direktur LKBHMI HMI
Cabang Jambi periode 2010-2011, anggota Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia
(PERMAHI) cabang Jambi, pengurus Himpunan Mahsiswa Sarolangun (HIMSAR) Ketua
Bidang Sumberdaya Manusia, periode 2011-2013.
About Unknown
Hi, My Name is Hafeez. I am a webdesigner, blogspot developer and UI designer. I am a certified Themeforest top contributor and popular at JavaScript engineers. We have a team of professinal programmers, developers work together and make unique blogger templates.

0 komentar:
Posting Komentar